Home Authors Posts by redaksifikom

redaksifikom

redaksifikom
101 POSTS 0 COMMENTS
Google search engine

Recent Posts

Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya Raih Akreditasi Unggul

0
Jakarta - Sebuah kabar menggembirakan datang dari Universitas Jayabaya. Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya resmi meraih Akreditasi Unggul. Prestasi ini tentu menonjol dan sangat...

Kompilasi Karya Tugas Fotografi Jurnalistik Mahasiswa FIKOM Tahun 2025

0
Teks narasi Caption Foto : Aksi Demo Mahasiswa Malam Hari Mahasiswa Universitas Jayabaya dan Mahasiswa Universitas Ibu Chaldun melakukan aksi demonstrasi turun ke jalan, Hari...

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh FIKOM dan FASILKOM Jayabaya ke SMAN 73 DKI Jakarta

0
Foto : Kegatan Pengabdian kepada Masyarakat FIKOM dan FASILKOM Jayabaya di SMAN 73 DKI Jakarta, Senin (22/6/2026) Jakarta, IMC  - Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat digelar secara kolaboratif...

Event Education Fair 2025 : Info Beasiswa Universitas Jayabaya

0
https://youtube.com/shorts/OET38eob6Xo?si=f32XejgIpaeIdzIx Edufair - Memasuki hari ke-2 Event Education Fair 2025, Universitas Jayabaya berikan kemudahan informasi lengkap mengenai beasiswa apa saja yang tersedia bagi segenap lulusan...

Mahasiswa Bersikeras Menuju Bundaran HI, Sempat Terjadi Ketegangan dengan Aparat saat Aksi Protes Kenaikan...

0
Mahasiswa Bersikeras Menuju Bundaran HI, Sempat Terjadi Ketegangan dengan Aparat saat Aksi Protes Kenaikan BBM  Jakarta, IMC Indonesia – Aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta pada Jumat (12/6/2026) diwarnai ketegangan antara massa demonstran dan aparat keamanan. Meski sempat dihalangi, para mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi tetap berupaya bergerak menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang mereka pilih sebagai lokasi utama penyampaian aspirasi.  Ketegangan terjadi di kawasan Jalan Sudirman, tidak jauh dari Stasiun Sudirman, ketika aparat gabungan TNI dan Polri membentuk barikade untuk menahan laju massa. Dalam situasi tersebut sempat terjadi aksi saling dorong antara demonstran dan petugas, meski perwakilan mahasiswa masih berusaha melakukan dialog agar diperkenankan melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI.  Sebelumnya, aparat telah meminta massa aksi memindahkan lokasi demonstrasi ke kawasan Patung Kuda, Monas, atau Gedung DPR/MPR. Namun permintaan tersebut ditolak oleh mahasiswa yang menilai Bundaran HI memiliki nilai simbolik untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas mengenai kondisi ekonomi yang mereka anggap semakin membebani rakyat.  Ketua BEM Universitas Indonesia, Yatalathof Ma'shum Imawan, mengatakan pemilihan Bundaran HI bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.  Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap situasi nasional yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.  Sejumlah peserta aksi mengaku terdorong turun ke jalan karena kecewa terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Mereka menyoroti kenaikan harga BBM, harga kebutuhan pokok, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menyedot anggaran besar dan menjadi sorotan setelah muncul kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat Badan Gizi Nasional.  Selain mahasiswa, beberapa pengemudi ojek online yang melintas di sekitar lokasi juga menyuarakan keluhan terkait dampak kenaikan BBM terhadap pendapatan mereka. Sebagian dari mereka meminta akses jalan yang ditutup segera dibuka kembali.  Demonstrasi yang berlangsung serentak di sejumlah daerah tersebut membawa lima tuntutan utama, yakni mendesak pemerintah menghentikan pemborosan anggaran negara, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, mengevaluasi program MBG serta proyek Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan praktik militerisme di ruang sipil, serta meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui berbagai persoalan yang muncul dalam pemerintahan.  Di Jakarta, aksi dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Front Mahasiswa Nasional (FMN), dan Serikat Perempuan Indonesia (Seruni). Massa yang terlibat diperkirakan mencapai ratusan hingga seribu orang.  Untuk mengamankan jalannya demonstrasi, Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel kepolisian yang didukung ratusan anggota TNI. Kepolisian menyatakan pengamanan dilakukan guna menjaga ketertiban serta menjamin keselamatan peserta aksi maupun masyarakat umum. Selain pengamanan, rekayasa lalu lintas juga diberlakukan di sejumlah ruas jalan di pusat ibu kota. Masyarakat diminta menghindari kawasan sekitar lokasi demonstrasi guna mengantisipasi kepadatan kendaraan. (RSH/RED/ IMC)