Google search engine

Popular posts

Romansa Akhir Tahun: Konser Cinta Tya Subiakto & Alex Kuple Band Hadir Menghangatkan Jakarta

0
Jakarta — Sebuah konser istimewa bertajuk “Romansa Akhir Tahun” siap digelar pada Minggu, 14 Desember 2025, menghadirkan pasangan musisi Tya Subiakto dan Alex Kuple...

Universitas Jayabaya selenggarakan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau ( RPL)

0
Jakarta - Universitas Jayabaya menyelenggarakan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau ( RPL) yang diatur dalam Pedoman Akademik Universitas Jayabaya sesuai SK Rektor Universitas Jayabaya no...

Short Fiction Movie berjudul “Mahasiswa Blues” karya Tim Film Mahasiswa FIKOM

0
https://m.youtube.com/watch?v=2BL_SWUmyLY&pp=ygUPTWFoYXNpc3dhIGJsdWVz Jakarta - Tim Mahasiswa FIKOM Jayabaya berhasil membuat sebuah film fiksi pendek (short fiction movie) berjudul "Mahasiswa Blues". Karya film fiksi ini tentu patut...

Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya Raih Akreditasi Unggul

0
Jakarta - Sebuah kabar menggembirakan datang dari Universitas Jayabaya. Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya resmi meraih Akreditasi Unggul. Prestasi ini tentu menonjol dan sangat...

Mahasiswa Bersikeras Menuju Bundaran HI, Sempat Terjadi Ketegangan dengan Aparat saat...

0
Mahasiswa Bersikeras Menuju Bundaran HI, Sempat Terjadi Ketegangan dengan Aparat saat Aksi Protes Kenaikan BBM  Jakarta, IMC Indonesia – Aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta pada Jumat (12/6/2026) diwarnai ketegangan antara massa demonstran dan aparat keamanan. Meski sempat dihalangi, para mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi tetap berupaya bergerak menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang mereka pilih sebagai lokasi utama penyampaian aspirasi.  Ketegangan terjadi di kawasan Jalan Sudirman, tidak jauh dari Stasiun Sudirman, ketika aparat gabungan TNI dan Polri membentuk barikade untuk menahan laju massa. Dalam situasi tersebut sempat terjadi aksi saling dorong antara demonstran dan petugas, meski perwakilan mahasiswa masih berusaha melakukan dialog agar diperkenankan melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI.  Sebelumnya, aparat telah meminta massa aksi memindahkan lokasi demonstrasi ke kawasan Patung Kuda, Monas, atau Gedung DPR/MPR. Namun permintaan tersebut ditolak oleh mahasiswa yang menilai Bundaran HI memiliki nilai simbolik untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas mengenai kondisi ekonomi yang mereka anggap semakin membebani rakyat.  Ketua BEM Universitas Indonesia, Yatalathof Ma'shum Imawan, mengatakan pemilihan Bundaran HI bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.  Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap situasi nasional yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.  Sejumlah peserta aksi mengaku terdorong turun ke jalan karena kecewa terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Mereka menyoroti kenaikan harga BBM, harga kebutuhan pokok, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menyedot anggaran besar dan menjadi sorotan setelah muncul kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat Badan Gizi Nasional.  Selain mahasiswa, beberapa pengemudi ojek online yang melintas di sekitar lokasi juga menyuarakan keluhan terkait dampak kenaikan BBM terhadap pendapatan mereka. Sebagian dari mereka meminta akses jalan yang ditutup segera dibuka kembali.  Demonstrasi yang berlangsung serentak di sejumlah daerah tersebut membawa lima tuntutan utama, yakni mendesak pemerintah menghentikan pemborosan anggaran negara, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, mengevaluasi program MBG serta proyek Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan praktik militerisme di ruang sipil, serta meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui berbagai persoalan yang muncul dalam pemerintahan.  Di Jakarta, aksi dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Front Mahasiswa Nasional (FMN), dan Serikat Perempuan Indonesia (Seruni). Massa yang terlibat diperkirakan mencapai ratusan hingga seribu orang.  Untuk mengamankan jalannya demonstrasi, Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel kepolisian yang didukung ratusan anggota TNI. Kepolisian menyatakan pengamanan dilakukan guna menjaga ketertiban serta menjamin keselamatan peserta aksi maupun masyarakat umum. Selain pengamanan, rekayasa lalu lintas juga diberlakukan di sejumlah ruas jalan di pusat ibu kota. Masyarakat diminta menghindari kawasan sekitar lokasi demonstrasi guna mengantisipasi kepadatan kendaraan. (RSH/RED/ IMC)

Profil Dosen Fikom Universitas Jayabaya

0
Dekan : Dra Winarni MSi Dekan FIKOM Jayabaya Dra. Winarni, M.Si bersama Wakil Dekan II merangkap Kaprodi FIKOM : Dra. Hj. Dewi Setyarini, M.S Dosen tidak...

Bakti Sosial Periksa Gigi Gratis di Universitas Jayabaya Hari Jumat (12/9/2025)

0
Bakti Sosial Periksa Gigi Gratis di Universitas Jayabaya Hari Jumat (12/9/2025), scan barcode untuk pendaftaran Jakarta - International College Of Dentist (ICD) Indonesia bekerja sama...

Dibuka Pendaftaran Mahasiswa Baru dan Bea Siswa Prestasi Universitas Jayabaya bagi...

0
Jakarta - Ini merupakan kabar gembira bagi para siswa-siswi SMU/SMK/MA/MAK/ Sederajat terutama bagi siswa-siswi kelas XII yang ingin berkuliah pada Program Sarjana Strata 1...

Aktris Citra Kirana Beradu Akting Dengan Suami

0
JAKARTA - Aktris film dan sinetron Citra Kirana, kerap disapa Ciki, berperan dalam tokoh di film Keajaiban Air Mata Wanita. Film ini merupakan hasil...

News Writing Dipelajari Mahasiswa FIKOM Jayabaya

0
Jakarta- Sejumlah 12 (dua belas) orang mahasiswa  Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Jayabaya pada mata kuliah Penulisan Berita serius dalam berlatih menulis berita. Latihan...

Pengabdian kepada Masyarakat bertema : “Penerapan Komunikasi Parenting di Era Digital”

0
Jakarta - Para Dosen Fakultas llmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Jayabaya bersama sejumlah Dosen Program Studi Magister Kenotariatan (M.Kn) Universitas Jayabaya akan mengadakan kegiatan Pengabdian...

Rapat Dosen FIKOM Jayabaya Semester Ganjil T.A 2025/ 2026

0
Jakarta - Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya (FIKOM) mengadakan kegiatan rutin Rapat Dosen untuk membahas jadwal kuliah semester ganjil 2025/2026. Rapat Dosen FIKOM ini digelar...

Instagram

Google search engine

Latest articles

Pengabdian kepada Masyarakat FIKOM Jayabaya bertema : “My Parents is My Partner”

0
Jakarta – Para Dosen Fakultas llmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Jayabaya bersama sejumlah Dosen Program Studi Magister Kenotariatan (M.Kn) Universitas Jayabaya akan mengadakan kegiatan Pengabdian...

Workshop Broadcasting Fikom Day Jayabaya 2023

0
JAKARTA -Workshop broadcasting Fikom Universitas Jayabaya bertema “Broadcast for Everyone” sukses dilaksanakan oleh mahasiswa Fikom Universitas Jayabaya pada Jumat (23/6/2023) di gedung kampus...

Mahasiswa Bersikeras Menuju Bundaran HI, Sempat Terjadi Ketegangan dengan Aparat saat Aksi Protes Kenaikan...

0
Mahasiswa Bersikeras Menuju Bundaran HI, Sempat Terjadi Ketegangan dengan Aparat saat Aksi Protes Kenaikan BBM  Jakarta, IMC Indonesia – Aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta pada Jumat (12/6/2026) diwarnai ketegangan antara massa demonstran dan aparat keamanan. Meski sempat dihalangi, para mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi tetap berupaya bergerak menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang mereka pilih sebagai lokasi utama penyampaian aspirasi.  Ketegangan terjadi di kawasan Jalan Sudirman, tidak jauh dari Stasiun Sudirman, ketika aparat gabungan TNI dan Polri membentuk barikade untuk menahan laju massa. Dalam situasi tersebut sempat terjadi aksi saling dorong antara demonstran dan petugas, meski perwakilan mahasiswa masih berusaha melakukan dialog agar diperkenankan melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI.  Sebelumnya, aparat telah meminta massa aksi memindahkan lokasi demonstrasi ke kawasan Patung Kuda, Monas, atau Gedung DPR/MPR. Namun permintaan tersebut ditolak oleh mahasiswa yang menilai Bundaran HI memiliki nilai simbolik untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas mengenai kondisi ekonomi yang mereka anggap semakin membebani rakyat.  Ketua BEM Universitas Indonesia, Yatalathof Ma'shum Imawan, mengatakan pemilihan Bundaran HI bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.  Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap situasi nasional yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.  Sejumlah peserta aksi mengaku terdorong turun ke jalan karena kecewa terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Mereka menyoroti kenaikan harga BBM, harga kebutuhan pokok, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menyedot anggaran besar dan menjadi sorotan setelah muncul kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat Badan Gizi Nasional.  Selain mahasiswa, beberapa pengemudi ojek online yang melintas di sekitar lokasi juga menyuarakan keluhan terkait dampak kenaikan BBM terhadap pendapatan mereka. Sebagian dari mereka meminta akses jalan yang ditutup segera dibuka kembali.  Demonstrasi yang berlangsung serentak di sejumlah daerah tersebut membawa lima tuntutan utama, yakni mendesak pemerintah menghentikan pemborosan anggaran negara, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, mengevaluasi program MBG serta proyek Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan praktik militerisme di ruang sipil, serta meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui berbagai persoalan yang muncul dalam pemerintahan.  Di Jakarta, aksi dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Front Mahasiswa Nasional (FMN), dan Serikat Perempuan Indonesia (Seruni). Massa yang terlibat diperkirakan mencapai ratusan hingga seribu orang.  Untuk mengamankan jalannya demonstrasi, Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel kepolisian yang didukung ratusan anggota TNI. Kepolisian menyatakan pengamanan dilakukan guna menjaga ketertiban serta menjamin keselamatan peserta aksi maupun masyarakat umum. Selain pengamanan, rekayasa lalu lintas juga diberlakukan di sejumlah ruas jalan di pusat ibu kota. Masyarakat diminta menghindari kawasan sekitar lokasi demonstrasi guna mengantisipasi kepadatan kendaraan. (RSH/RED/ IMC)

Must Read