JAKARTA – Sebanyak 20 mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Jayabaya yang menempuh mata kuliah Komunikasi Multikultural mengadakan visit study ke Museum Bank Indonesia, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai sejarah, budaya, dan komunikasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Study visit adalah kegiatan kunjungan lapangan yang dilakukan oleh pelajar, mahasiswa, atau profesional ke suatu lokasi tertentu (seperti instansi, kelompok belajar, sekolah, atau lembaga) untuk mengamati dan mempelajari suatu objek secara langsung.
Museum Bank Indonesia berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 3, kawasan Kota Tua Jakarta. Museum ini menempati bangunan bersejarah bekas De Javasche Bank yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Museum tersebut menyajikan perjalanan sejarah Bank Indonesia, koleksi uang dari berbagai periode, serta informasi mengenai kebijakan moneter, perbankan, dan sistem pembayaran di Indonesia.

Kunjungan ini dibimbing oleh dosen mata kuliah Komunikasi Multikultural, Nenden Retno Wedari, S.I.Kom., M.I.Kom., yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III FIKOM Universitas Jayabaya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menghubungkan teori komunikasi multikultural yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat. Museum menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mempertemukan sejarah, identitas bangsa, perkembangan ekonomi, serta cara suatu institusi menyampaikan informasi kepada publik.
Dalam perspektif komunikasi multikultural, pemahaman terhadap sejarah dan keberagaman merupakan bekal penting bagi mahasiswa ilmu komunikasi. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami pesan yang disampaikan, tetapi juga mampu melihat konteks sosial, latar belakang budaya, serta perbedaan sudut pandang yang memengaruhi proses komunikasi.
Kegiatan visit study juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan observasi, berpikir kritis, berdiskusi, dan memahami bagaimana informasi sejarah disajikan melalui koleksi, narasi, serta media edukasi.
Dukungan Dekan terhadap Tridharma Perguruan Tinggi
Dekan FIKOM Universitas Jayabaya, Dra. Winarni, M.Si., selama ini senantiasa mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan kualitas akademik, kompetensi mahasiswa, serta kontribusi fakultas kepada masyarakat.
Tridharma Perguruan Tinggi mencakup tiga pilar utama, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Pertama, pendidikan dan pengajaran, yakni proses pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap profesional, dan kompetensi mahasiswa. Kegiatan visit study merupakan salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang melengkapi proses belajar di ruang kelas.
Kedua, penelitian, yaitu kegiatan ilmiah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan temuan baru, serta mengkaji berbagai persoalan sosial dan komunikasi. Pengalaman observasi di lapangan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan penelitian yang relevan dengan bidang ilmu komunikasi.
Ketiga, pengabdian kepada masyarakat, yakni penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat. Bagi mahasiswa komunikasi, kegiatan ini dapat diwujudkan melalui literasi media, edukasi komunikasi publik, pendampingan informasi digital, dan berbagai program komunikasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketiga pilar tersebut saling berkaitan dalam membangun perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berpengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kepekaan sosial, dan tanggung jawab profesional.
Melalui kegiatan visit study Museum Bank Indonesia ini, FIKOM Universitas Jayabaya terus mendorong pembelajaran yang lebih luas dan kontekstual. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan perspektif multikultural, memahami keberagaman Indonesia, serta menerapkan ilmu komunikasi secara kritis, inklusif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
(Liputan by : Satria Yudistira Gavi)












